Media Bicara

Pembahasan Rencana Pemenuhan Modal Inti Rp. 3 Triliun Tahun 2024

 

Bank NTT memberikan skema penawaran saham tahun buku 2021 sd 2024 sehingga proyeksi modal inti selam 4 tahun dari kebutuhan Rp.1,6 Triliun dapat terpenuhi, dengan multi player efek peningkatan Modal Disetor Bagi Pemda diantaranya Dividen yangbdiperoleh Pemda meningkat dengan kontribusi 87,5% per tahun; peningkatan penghimpunan DPK untuk penyaluran Kredit; peningkatan penyaluran kredit UMKM Konsumer Komersil dan mendukung pembangunan Infrastruktur daerah melalui skema sindikasi pinjaman daerah; peningkatan pelayanan bagi pemerintah melalui pelayanan E-banking channel Bank NTT; peningkatan pelayanan bagi pemda melalui CMS, SP2D Online, pengelolaan 9 pajak daerah, PBB, BPHTB; peningkaran PAD dan Bank dapat mempertimvangkan menurunkan bunga pinjaman.

Selanjutnya rapat ditutup dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama yang mengacu pada keputusan RUPS Bank NTT pada tanggal 25 Oktober 2019 (skenario penyetoran tambahan modal dari 1% APBD dan 50% Dividen), sehingga diperlukan Kesepakatan terhadap hal-hal sbb :

1. Adanya kepastian penyertaan modal dari Pemda bersama DPRD Kabupaten/Kota.

2. Kepastian ada atau tidaknya penyertaan modal dari Pemerintah Kabupaten/Kota harus disampaikan palig lama tanggal 31 Agustus 2020, daan bagi Pemerintah Kabupaten/Kota yang setuju terhadap tambahan penyertaan modal, maka sekaligus menyertakan besaran nominal dan batas waktu penyetorannya, sehingga apabila tidak bersedia maka Bank NTT akan membuat langah-langkah lain sesuai ketentuan.

3. Bagi Pemerintah Kabupaten/Kota yang bersedia memberikan tambahan penyertaan modal, segera melakukan langkah-langkah penyusunan Peraturan Daerah sesuai ketentuan Perundang-undangan yang berlaku.

MENABUNG DI BANK NTT = MEMBANGUN NTT

#betabankntt

#melayanilebihsungguh

 

post1