• L
  • O
  • A
  • D
  • I
  • N
  • G

Budaya & Nilai Perusahaan

PERNYATAAN MENGENAI BUDAYA PERUSAHAAN

Bank NTT memiliki budaya perusahaan yang dijadikan landasan bagi setiap insan perusahaan. Budaya perusahaan atau Corporate Culture adalah sikap dan perilaku Bank, yang harus dicerminkan oleh sikap perilaku para pegawainya dalam mencapai misinya (the way we do things around here).

Sikap dan perilaku tersebut merupakan pencerminan dari anggapan-anggapan, nilai-nilai dan norma-norma yang ada dilingkungan Bank NTT.


Tiga Pilar Budaya Perusahaan

  • Pilar 1

Integritas segenap jajaran SDM yang bersatu padu dalam arah pandang dan usaha-usaha mewujudkan visi, misi tujuan dan sasaran-sasaran perusahaan.

  • Pilar 2

Bank NTT yang tumbuh sehat dan berdaya saing tinggi serta dilandasi prinsip kehati-hatian, kepercayaan masyarakat, manajemen yang tangguh padu (persistem dan solid) 

  • Pilar 3

Kepuasan pelanggang, kepuasan SDM dan kepuasan pemilik sebagai focus tujuan utama yang selalu diupayakan realisasinya secara optimal.


SEMBILAN BUTIR PERILAKU BUDAYA PERUSAHAAN BANK

  • Perilaku 1 : Fleksibel

Bekerja dengan penuh kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab dan kerja keras sebagai wujud iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

  1. Fokus perilaku ini adalah pekerjaan pada Bank NTT yang harus diberi arti sebagai pengabdian kepada Tuhan sebagaimana dituntut oleh agama.
  2. Hasil yang diharapkan agar dapat mewujudkan keiklasan dalam bekerja menghasilkan kerja bermutu tinggi dan optimal.
  3. Perilaku yang dituntut adalah bahwa bekerja sebagai insan beragama.

  • Perilaku 2: Loyal

Menempatkan setiap nasabah sebagai aset paling berharga dengan melayani setiap nasabah secara cepat, akurat, aman, ramah, dan menyenangkan demi terwujudnya kepuasan nasabah secara nyata.

  1. Fokus sasaran perilaku ini ditujukan kepada nasabah.
  2. Hasil yang diharapkan kepuasan nasabah secara nyata dan optimal.
  3. Perilaku yang dituntut, selalu mengutamakan kepuasan nasabah dengan cara pelayanan cepat, akurat, ramah dan menyenangkan.

  • Perilaku 3: Objektif

Mewujudkan profesionalisme SDM sesuai dengan keberadaannya masing-masing untuk menunjang terwujudnya Bank yang sehat dan dinamis.

  1. Fokus sasaran, perilaku ini ditujukan kepada perkembangan Bank NTT.
  2. Hasil yang diharapkan, Bank NTT sehat dan dinamis.
  3. Perilaku yang dituntut selalu menjunjung tinggi dan berusaha memberikan kontribusi terbaik untuk kemajuan Bank dengan menambah pengetahuan, ketrampilan, wawasan dan sebagainya.

  • Perilaku 4: Bersaing

Mengembangkan sikap kewirausahaan, inovasi, kreativitas dan proatif dalam melakukan setiap tugas pekerjaan masingmasing serta menjauhkan diri dari sikap birokrasi.

  1. Fokus sasaran, perilaku ini ditujukan agar Bank memperhatikan paradigm kerjanya.
  2. Hasil yang diharapkan, peegawai termotivasi untuk mengembangkan peranannya dengan sikap kewirausahaan, inovasi, kreativitas, proaktif dan lebih berpartisipasi aktif dalam segenap hal yang berkaitan dengan tugas masing-masing.

  • Perilaku 5: Antisipatif

Meningkatkan mutu kerja baik secara individual maupun kelompok dalam rangka meningkatkan kinerja Bank sebagai dasar bagi peningkatan kesejahteraan pegawai yang optimal dan berimbang.

  1. Fokus sasaran ditujukan untuk mutu hasil kerja 
  2. Hasil yang diharapkan, mutu hasil kerja yang selalu meningkat untuk tercapainya hasil usaha Bank NTT dan kesejahteraan pegawai.
  3. Perilaku yang dituntut, selalu berusaha meningkatkan kinerja Bank melalui kinerja masingmasing melalui peningkatan mutu hasil kerja yang tinggi untuk tercapainya tujuan usaha Bank (keuntungan) dan tujuan pegawai (kesejahteraan) secara berimbang.

  • Perilaku 6: Mematuhi Ketentuan

Meningkatkan sikap keterbukaan yang positif, berfikir konstruktif, wawasan yang luas, sikap kebersamaan, kerukunan, saling menjaga dan saling menghargai, untuk terwujudnya kerjasama dan suasana kerja yang sehat.

  1. Fokus perilaku ini adalah kerjasama dan hubungan antar pegawai.
  2. Hasil yang diharapkan kerjasama dan lingkungan dan suasana kerja yang kondusif.
  3. Perilaku yang dituntut adalah selalu berusaha menciptakan keterbukaan, kebersamaan, kerukunan, saling menghargai sebagai acuan bagi terwujudnya kerjasama dan suasana kerja yang sehat.

  • Perilaku 7 : Orientasi Bisnis

Meningkatkan kewaspadaan agar tetap mengantisipasi kemungkinan timbulnya masalah dan meningkatkan sikap

  1. Fokus perilaku ini adalah bersikap preventif agar tidak terjadi masalah, sekaligus penyelesaian masalah yang timbul secara dini
  2. Hasil yang diharapkan adalah pengembangan early warning system pada pemikiran pegawai serta tanggap terhadap masalahmasalah sehingga dapat diatasi sebelum berkembang menjadi masalah yang kompleks.
  3. Perilaku yang dituntut adalah selalu bersikap awas, peduli dan tanggap terhadap risiko yang akan terjadi maupun masalah-masalah yang timbul secara dini dan memecahkannya secara bersama-sama.

  • Perilaku 8 : Religius

Mengutamakan sikap kerja keras, tekun dan berdisiplin tinggi untuk terwujudnya kinerja diri, unit dan Bank secara keseluruhan.

  1. Fokus perilaku ini adalah kinerja pegawai, unit dan Bank secara keseluruhan.
  2. Hasil yang diharapkan adalah pegawai berorientasi pada sasaran dan kinerja.
  3. Perilaku yang dituntut adalah perilaku-perilaku yang tidak terpaku pada proses kerja saja, tetapi kepada pencapaian hasil kerja melalui kedisiplinan, kejujuran, sikap rajin dan tekun serta kerja keras.

  • Perilaku 9 : Amanah

Meningkatkan citra Bank melalui penampilan simpatik yang tertib, rapih, tepat waktu, tidak ingkar janji dan menjunjung tinggi etika pergaulan yang baik sebagai insan perbankan, malu melakukan perbuatan yang tidak terpuji.

  1. Fokus perilaku ini adalah menjaga/ meningkatkan citra Bank.
  2. Hasil yang diharapkan adalah bersikap tertib selalu tampil rapi, tepat waktu tidak ingkar janji dan menjunjung tinggi etika pergaulan yang baik.

STRATEGI IMPLEMENTASI BUDAYA PERUSAHAAN 

  1. Top Down (Mengalir dari atas ke bawah) Perubahan yang ditunjukkan oleh manajer puncak dimana akan/harus diikuti oleh jajaran manajemen menengah dan berikutnya oleh tingkat manajemen tingkat bawah, selanjutnya oleh para pegawai lainnya
  2. Cases Methode (memecahkan masalah-masalah) Diskusi pemecahan masalah pada intinya adalah memecahkan masalah yang ada secara dini sebelum berkembang menjadi masalah yang kompleks, sekaligus sebagai media mewujudkan mutu hasil kerja;
  3. Strategi Perubahan Mutu Berdasarkan Yang Terfokus menurut prioritas (Quality focused prioritas strategy). Strategi ini adalah berupa pemecahan masalah-masalah yang dibahas dan dipecahkan dengan memperhatikan prioritasnya.
  4. Strategi Perbaikan Berkelanjutan (Continous Improvement) Dalam Upaya perbaikan perilaku/mutu tidak boleh mengenal puas dengan dicapainya suatu tingkat perbaikan.
  5. Strategi Pendekatan Insani (Humaan Approach Strategy) Memperbaiki perilaku pegawai akan efektif dengan cara-cara yang manusiawi karena pada dasarnya semua orang memiliki potensi untuk berubah kearah yang lebih baik terutama jika dipergunakan cara-cara yang baik.

Hubungi Kami

Terhubung dengan Kami

Terima Kasih telah Menghubungi Kami! Tim kami akan menghubungi Anda secepatnya melalui Alamat email Anda.

Produk & Layanan Bank NTT

Daftar Produk & Layanan Bank NTT